Agoda merupakan salah satu platform aggregator yang melayani penginapan, aktivitas hiburan dan penerbangan di dunia, termasuk Indonesia.

Menawarkan lebih dari 2 juta properti seperti rumah, apartemen, vila dan hotel yang tersedia di lebih dari 200 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, Agoda telah memiliki banyak pengguna, apalagi dengan adanya dukungan bank transfer termasuk BNI, Mandiri, BRI, CIMB Niaga dan lainnya. Pembayaran juga dapat dilakukan melalui Alfamart, Indomaret, ShopeePay, dan terbaru PayLater Atome. Sebelumnya Agoda hanya menyediakan metode pembayaran PayPal dan kartu debit/kredit Visa, MasterCard, Amex & JCB yang tidak dimiliki oleh semua orang.

Refund yang berbelit-belit

Makin lengkapnya metode pembayaran membuat Agoda semakin diminati, karena mudahnya pembayaran melalui beragam channel pembayaran baik offline melalui Alfamart/Indomaret ataupun pembayaran online.

Namun sayangnya dukungan metode pembayaran berbanding terbalik dengan metode pengembalian dana atau kita kenal dengan refund. Agoda berdasarkan pengalaman saya sanga sulit dan berbelit-belit dalam melakukan refund. Apa yang saya alami tersebut saya tuliskan di platform komunitas yaitu Media Konsumen, pada website tersebut, saya ceritakan dengan detail kronologi dan proses refund yang panjang. Juga ada komentar dari pengguna lain yang ternyata mengalami kesulitan ketika melakukan refund dari Agoda.

Pada artikel tersebut, saya ceritakan dengan gamblang bagaimana bobroknya sistem payment Agoda terutama ketika melakukan refund, saya harus menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk mengurusi proses refund tersebut. Memang Agoda menawarkan dua opsi pengembalian, yaitu AgodaCash (dapat digunakan untuk memesan hotel namun tidak dapat diuangkan) atau bank transfer yang nantinya akan masuk ke rekening kita.

cuplikan layar 2022 06 29 154806
Tangkapan layar refund gagal. Credit: Media Konsumen

Bayangkan, saya harus mengalami beberapa kali gagal refund dan harus kembali mengulang proses yang menurut saya menyita waktu tersebut.

Setelah kurang lebih seminggu saya coba kembali, akhirnya refund berhasil dilakukan. Untuk nominal uang 160 ribuan, refund agoda sangat mengecewakan.

Penyebab refund sulit dilakukan

Agoda menggandeng Hyperwallet (anak perusahaan PayPal), yang menangani semua pembayaran dan pengembalian dana penggunanya. Sebenarnya kinerja Hyperwallet bisa dibilang bagus, misalnya ketika kita melakukan refund Agoda melalui kartu kredit, dalam waktu dua hari dana pengembalian telah masuk ke akun kartu kredit saya.

Sedangkan apabila pengembalian melalui bank transfer, proses pengembalian sangat lama dan berbelit-belit. Saya sendiri mengalami kegagalan refund beberapa kali. Belum lagi proses transfer antar bank dalam negeri (pada kasus saya, BPR KS bertindak sebagai pengirim dana pengembalian ke akun rekening saya).

Penyebab sulitnya refund melalui Hyperwallet ini, karena Hyperwallet tidak beroperasi secara langsung di Indonesia. Mereka hanya memiliki kantor perwakilan di Singapura, jadi mereka tidak memiliki otoritas untuk melakukan transaksi keuangan di Indonesia. Akhirnya mereka menggandeng bank lokal untuk meneruskan pengembalian dana dari Agoda ke pengguna.

Penutup

Itulah lika-liku dan sulitnya proses refund Agoda, walaupun dari segi harga dan pelayanan Agoda mampu bersaing dengan layanan sejenis. Namun dalam hal refund dana, Agoda bisa dibilang sangat buruk tidak friendly dengan konsumen. Semoga artikel ini dapat dijadikan masukan oleh pihak Agoda maupun pihak lain sehingga dapat lebih memperhatikan konsumennya.