dmca copyright.jpg dmca copyright.jpg

Mengenal DMCA dan cara kerjanya

DMCA (Digital Millennium Copyright Act) adalah UU hak cipta yang berlaku di wilayah hukum Amerika Serikat.

DMCA (Digital Millennium Copyright Act) adalah UU hak cipta yang berlaku di wilayah hukum Amerika Serikat, UU ini berkaitan dengan proses yang ditentukan dalam menghapus konten dari internet.

Sebagai bagian dari UU di Amerika Serikat, DMCA menangani hak dan kewajiban pemilik materi berhak cipta yang yakin bahwa aset/materi mereka telah dilanggar, terutama namun tidak terbatas di Internet berdasarkan UU hak cipta. Selain materi, konten dan aset, DMCA juga membahas hak dan kewajiban ISP (Internet Service Provider), perusahaan dan industri yang berhubungan dengan internet, sehingga mereka harus tunduk dan patuh pada aturan-aturan UU tersebut.

Undang-undang ini dengan jelas menyediakan kerangka kerja, yang disebut Penghapusan DMCA (Pasal 512 (c)(3)), untuk proses antara dua pihak untuk permintaan dan penghapusan konten yang disalin yang ditemukan secara online. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi link ini.

Sebagian besar situs web, ISP, perusahaan hosting telah mengadopsi proses penghapusan DMCA untuk menangani permintaan penghapusan konten yang dihosting secara ilegal di situs web dalam kendali mereka. Google misalnya, menerapkan DMCA sebagai perlindungan konten dan materi dari plagiarisme, baik secara manual maupun otomatis. Ini juga dapat digunakan untuk melindungi konten kita dari AGC (Automated Generated Content) yang biasanya menggunakan bot atau crawler dengan cara membaca sitemap atau RSS situs web kita.

Kasus plagiat yang saya alami

Saya beberapa kali melakukan takedown DMCA terhadap situs web yang menyalin artikel saya tanpa izin dan mencantumkan web saya sebagai sumbernya. Salah satu kasus takedown yang cukup banyak membuat artikel plagiat berguguran di mesin pencari; juga mungkin dihapus oleh pihak hosting. Saat itu saya membuat review pemendek URL Ungu.in, selama beberapa minggu setelah saya mempublikasikan tulisan tersebut, tidak ada tanda-tanda plagiat, namun setelah website Ungu.in digunakan oleh BEM SI sebagai pemendek URL untuk salah satu acara mereka di akhir 2021 lalu, para plagiat banyak bermunculan dengan berbagai macam kreasinya. Ada yang menyalin secara keseluruhan tanpa edit, ada yang mengedit sebagian agar dikira sebagai artikel unik (bukan plagiat), ada juga yang mengambil sedikit bagian tanpa mencantumkan sumbernya.

Tadinya saya hanya diam saja, karena memang tidak terlalu mau mengurusi hal tersebut. Namun saya pikir-pikir rugi juga kalau saya biarkan, karena saya harus meluangkan banyak waktu untuk menulis artikel tersebut, belum lagi mewawancarai para founder dari Ungu.in, dan masih banyak lagi. Sehingga saya putuskan untuk melawan para pelaku plagiat tersebut dengan melakukan takedown DMCA.

Proses takedown berjalan cukup baik, saya lihat banyak situs plagiat dari artikel saya yang berguguran dari mesin pencari, dan posisi artikel saya kembali ke SERP (Search Engine Result Page), dan performanya kian meningkat dari waktu ke waktu.

Akibat dari takedown DMCA

Akibat yang ringan dari dampak DMCA yaitu artikel yang dilaporkan akan delisting atau hilang dari mesin pencari, namun dampak buruknya bisa berakhir di pengadilan, karena bisa saja si pelapor tidak hanya berhenti pada laporan DMCA, namun dilanjutkan ke ranah hukum dengan tindak lanjut ke pihak berwajib atau pengadilan.

Apabila sudah masuk ke ranah hukum, mau tidak mau kita harus menyiapkan pengacara, atau mungkin menyiapkan denda sebagai ganti rugi. Kasus ini sebenarnya pernah terjadi pada BMW di Vietnam, dimana nama situs BMW didaftarkan secara sepihak oleh orang tidak bertanggungjawab, dan BMW menindaklanjutinya melalui proses hukum, untuk lebih detailnya silakan baca artikel ini.

Kesimpulan

Jangan sekali-kali berurusan dengan DMCA, walaupun dampaknya tidak besar, namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Misalnya, website kita sudah besar dan banyak pengunjung, namun karena kita pernah melakukan pelanggaran dan terkena DMCA di masa lalu, si pelapor mungkin saja akan kembali membuka masalah tersebut dan memilih jalur hukum untuk menguras uang kita.


Discover more from MauCariApa.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from MauCariApa.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading