5 Cara Efektif Mengurangi Waktu Muat Website

Berikut ini adalah 5 cara mengoptimalkan dan mengurangi waktu muat website Anda


Website atau aplikasi yang dimuat dengan cepat menjadi impian bagi semua orang, pengguna senang dengan website yang cepat dan pengembang senang dengan banyaknya pengunjung dan meningkatnya pendapatan melalui iklan dan kerjasama dengan pihak lain karena website mereka dimuat dengan cepat.

Terkadang hal tersebut sulit untuk dilakukan, hal ini dikarenakan banyak faktor, diantaranya hosting dan tema website itu sendiri.

Berikut ini adalah 5 cara mengoptimalkan dan mengurangi waktu muat website Anda:

1. Waktu muat awal

Waktu muat awal adalah waktu yang dibutuhkan dari saat pengguna memasukkan nama domain situs Anda hingga saat mereka melihat konten adalah beberapa detik terpenting yang Anda miliki untuk membuat kesan pertama yang baik.

Amazon menemukan bahwa setiap 100 milidetik latensi membuat mereka kehilangan 1% dalam penjualan.

https://www.gigaspaces.com/blog/amazon-found-every-100ms-of-latency-cost-them-1-in-sales/

Banyak pengembang web melihat hal ini sebagai impian sehingga mereka mencoba-coba menggunakan tema yang tidak efisien, banyak plugin yang ditambahkan untuk menambah banyak fitur dan meningkatkan keamanan (melalui plugin seperti disable emoji, WP Hide Security, WP Hide Login dan sejenisnya). Secara bertahap seiring berjalannya waktu, mereka mulai melihat lebih sedikit konversi pengguna bahkan kehilangan banyak pengguna.

Saran kami, gunakan fitur code snippet yaitu menambahkan skrip misalnya untuk menonaktifkan emoji di function.php, jangan lupa mengeditnya di child-theme agar konfigurasi tidak hilang pada saat ada pembaruan tema induk.

2. Hitung dan ukur kecepatan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan pengukuran. Ada banyak tahapan dalam proses pemuatan, dan Anda tidak akan tahu di mana letak kemacetannya tanpa mengukur segmen yang tepat.

Measurement Loadtime
Measurements | Diagram created on Terrastruct. Image credit https://geekflare.com/

Berikut penjelasan diagram diatas:

  1. Link
    Link adalah alamat website yang akan dibuka.
  2. Browser request your page
    Browser menerima permintaan Anda untuk membuka website yang Anda tuju.
  3. Response served
    Website merespon permintaan browser.
  4. Response received
    Website menerima permintaan browser (kode 200 ketika website normal, 404, 500, 502 ketika website terjadi error).
  5. First contentful paint (FCP)
    First Contentful Paint (FCP) adalah metrik untuk mengukur waktu dari saat halaman mulai memuat hingga saat bagian mana pun dari konten halaman dirender di layar. Untuk metrik ini, "konten" mengacu pada teks, gambar (termasuk gambar latar belakang) atau elemen.
  6. Large contentful pant (LCP)
    Metrik Largest Contentful Paint (LCP) melaporkan waktu render dari gambar atau blok teks terbesar yang terlihat dalam viewport. (Viewport adalah area web yang terlihat dari perangkat baik ponsel maupun komputer).
  7. Time to Interactive (TTI)
    Time to Interactive (TTI) adalah jumlah waktu yang diperlukan oleh halaman website untuk menjadi interaktif sepenuhnya.
  8. Website
    Website adalah kumpulan halaman website yang berinteraksi dengan penggunanya, kecepatan muat website dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya FCP & LCP.

3. Kurangi penggunaan kode

Setelah melakukan pengukuran, Anda dapat mulai membuat optimasi. Proses pengoptimalan mungkin akan mengorbankan banyak waktu dan tenaga, dan pengukuran akan memberi tahu Anda mana yang layak.

Menggunakan banyak plugin dan tema yang tidak efisien akan menambahkan banyak baris kode yang tidak digunakan, tentu saja hal ini akan memengaruhi kecepatan website dan membuat pengunjung menjadi malas untuk lama-lama di website Anda.

How speed affect customers | Credit: https://neilpatel.com/

Semakin cepat website, maka semakin bagus. Konversi pengunjung menjadi pelanggan meningkat. iklan melalui Adsense atau publisher lainnya meningkat seiring bertambahnya pelanggan. Penawaran kerjasama melalui banner iklan, content-placement atau media lainnya dengan pihak lain makin banyak. Dengan kata lain, website Anda menjadi maksimal untuk di monetisasi.

4. Gunakan CDN

Content Delivery Network (CDN) adalah jaringan server proxy dan pusat datanya yang terdistribusi secara geografis. Salah satu tujuan CDN adalah mempersingkat waktu muat website sehingga pengguna dengan server CDN terdekat dapat membuka website dengan cepat. Selain itu, CDN juga dapat menghemat biaya dan kuota bandwidth server yang digunakan oleh website.

CDN ada yang khusus untuk JS & CSS cdnjs, CDN yang khusus gambar dan video seperti Cloudinary, dan CDN yang dapat mendistribusikan JSS, CSS, gambar dan video seperti Imagekit, MaxCDN, Stackpath dan lainnya.

Dilihat berdasarkan harga, CDN terbagi menjadi 2, yaitu versi gratis dan berbayar. CDN gratis tentunya dengan beberapa keterbatasan diantaranya Cloudflare, Shift8 CDN, Imagekit dan lainnya. Sementara CDN berbayar meliputi Stackpath, MaxCDN, Cloudfront, Google CDN dan lainnya.

Untuk mengetahui CDN apa saja yang tersedia saat ini, dapat mengunjungi: https://maucariapa.com/resource-category/cdn/

5. Gunakan cache yang efisien

Cache adalah komponen perangkat keras atau perangkat lunak yang menyimpan data sehingga permintaan di masa mendatang untuk data tersebut dapat dilayani lebih cepat; data yang disimpan dalam cache mungkin merupakan hasil dari penghitungan sebelumnya atau salinan data yang disimpan di tempat lain.

Cache membantu membuat website dan aplikasi lebih cepat dan lebih efisien karena data disimpan secara lokal. Pada browser, data cache adalah informasi yang akan membuat situs web memuat lebih cepat karena mereka bisa mengakses data lebih cepat dari folder lokal. Contohnya gambar di beranda atau situs blog, bisa berukuran relatif besar, sehingga men-cache elemen-elemen in hanya perlu diunduh satu kali.

What Is A Cdn How Does It Work
How cache work | Image credit: https://habiletechnologies.com/

Pada gambar diatas, penggunaan cache membuat foobar.css lebih cepat dimuat karena sudah disimpan secara lokal pada browser pengguna. Lain halnya ketika tidak menggunakan cache, pengguna harus mengunduh ulang foobar.css setiap kali mereka mengunjungi website tersebut. Dan hal ini akan sangat menjengkelkan karena pengguna akan meninggalkan website tersebut dan mencari website lainnya.

Untuk pengguna WordPress, gunakan plugin cache yang baik dan tidak men-generate skrip JSS & CSS secara terus menerus sehingga membuat cache menjadi membengkak. Plugin terbaik saat ini adalah WP Rocket karena dapat meningkatkan performa website secara signifikan. WP Rocket juga memiliki pengaturan untuk CDN kustom dan Cloudflare sehingga Anda yang penggunakan Cloudflare dapat membersihkan cache Cloudflare dari dasbor WordPress Anda.

Untuk plugin cache lainnya, silakan kunjungi https://maucariapa.com/resource/cache

Kesimpulan

Demikian 5 cara mengurangi waktu muat website Anda, selain dari 5 faktor diatas. Perhatikan pula bahwa penggunaan hosting juga berpengaruh pada kinerja dan kecepatan website. Untuk referensi mengenai hosting, VPS dan cloud silakan kunjungi https://maucariapa.com/resource/

Langganan Newsletter MauCariApa.com

Dapatkan konten terbaru kami langsung ke email Anda. Kami tidak mengirimkan spam!

WordPress
Plugin
Share: