Lompat ke konten

Statistik Tren Internet 2022

data statistic

Internet merupakan jaringan global yang memungkinkan semua perangkat yang memiliki akses internet saling terhubung, ini termasuk ponsel pintar, komputer dan perangkat modern lainnya. Setiap tahunnya, tren internet berubah-ubah. Perubahan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor ekonomi, sosial, politik dan lain-lain.

Rekan kami di InternetAdvisor telah merangkum beberapa statistik mengenai internet, seperti meningkatnya jumlah pengguna seluler, jumlah website dari tahun ke tahun, statistik pertumbuhan e-commerce, dan masih banyak lagi.

Trafik Desktop vs Seluler

Secara global, 68,1% dari semua kunjungan situs web pada tahun 2020 berasal dari perangkat seluler—meningkat 63,3% dibanding tahun 2019. Desktop sebesar 28,9% kunjungan, sementara 3,1% pengunjung berasal dari tablet. Namun, perangkat desktop tetap sangat penting walaupun pengunjung pengguna seluler meningkat, karena 53,3% dari total waktu situs di AS dan 46,4% dari total waktu di situs secara global berasal dari desktop.

Menurut InternetAdvisor, ada beberapa faktor penting mengapa pengguna seluler meningkat dari tahun ke tahun dibandingkan perangkat desktop:

  • Orang-orang lebih banyak menggunakan perangkat seluler daripada perangkat desktop, apalagi ketika berlakunya bekerja dari rumah dan belajar dari rumah.
  • Terdapat lebih dari 5,31 miliar pengguna seluler, dan angka ini akan terus bertambah dari waktu ke waktu.
  • Website dan perusahaan kini mempertimbangkan SEO untuk perangkat desktop dan seluler, sehingga kata kunci pencarian untuk kedua perangkat tersebut dapat menjadi berbeda satu sama lain.

Jumlah Website dari Tahun ke Tahun

Saat ini terdapat 1,92 miliar situs web yang online, namun angka ini tidak menggambarkan kualitas konten, karena banyak situs web yang melakukan teknik AGC yaitu menghasilkan konten secara otomatis. Selain itu terdapat pihak-pihak yang menggunakan metode PBN untuk mendapatkan backlink.

Pada tahun 2022, terdapat 367,3 juta nama domain yang terdaftar. Tidak semuanya dipakai, sebagian digunakan oleh pihak yang sama, sisanya hanya digunakan untuk keperluan seperti redirect atau sama sekali tidak terpakai.

b8162e42
Sumber: InternetAdvisor

Pada grafik diatas, kita dapat melihat bagaimana perkembangan website dari tahun ke tahun. Pada 2017-2018 terdapat peningkatan yang cukup signifikan, namun jumlahnya menurun pada 2019 hingga 2022. Ini menunjukkan bahwa tidak semua website digunakan, beberapa dikelola oleh pemilik yang sama, beberapa hanya dibuat namun tidak digunakan dan sisanya dijadikan PBN dan AGC.

Sosial Media

Perkembangan sosial media seperti Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok yang semakin menggila dari hari ke hari, menjadikan sosial media sebagai ajang untuk menyalurkan kreativitas, ide, pemikiran dan perasaan penggunanya.

Menurut Backlinko, terdapat 4,48 miliar pengguna aktif di sosial media, menunjukkan bahwa sosial media merupakan lahan yang potensial untuk mengembangkan bisnis bagi perusahaan dan konten kreator.

Namun, sosial media sendiri memiliki efek negatif, seperti kecanduan gadget pada umumnya, terjadinya cyber bullying, penculikan, penipuan, pemerasan, tindakan asusila dan hal-hal negatif lainnya. Selain efek negatif diatas, penggunaan sosial media secara berlebihan dapat memicu terjadinya stres serta penyakit mental lainnya.

Perkembangan E-Commerce

E-Commerce, istilah yang merujuk pada penjualan online yang salah satunya dilakukan oleh Amazon dan eBay, kedua perusahaan e-commerce ini berdiri pada tahun 1995. Pada saat itu, layanan e-comemrce merupakan sesuatu yang asing, namun sekarang, ini menjadi sangat lazim dan terdengar biasa.

Berikut ini merupakan beberapa fakta menarik dari E-Commerce:

  • E-Commerce berkontribusi dalam total penjualan global, yaitu sebesar 13% pada Q3 2021.
  • Secara mengejutkan, Amerika Serikat merupakan negara dengan persentase total penjualan ritel sebesar 14,3% pada 2018, yang merupakan angka rata-rata. Mungkin salah satu penyebabnya karena infrastruktur yang sangat maju. Menurut Departemen Perdagangan AS, tren E-Commerce terus meningkat selama dekade terakhir.
  • Amazon merupakan salah satu pioneer yang mendominasi ruang ritel online yang sangat besar dan akan terus berkembang. Menurut eMarketer, Amazon berkontribusi sebesar 48% dari total penjualan online pada tahun 2018, mengalahkan para pesaingnya.

Kegiatan Online Seperti Belajar & Bekerja dari Rumah

Tren bekerja dan belajar dari rumah makin populer semenjak terjadinya pandemi Covid-19 pada awal 2020 lalu. Banyak kegiatan yang tadinya offline kini terpaksa menjadi online, mulai dari sekolah, kuliah, bekerja, rapat dan lain sebagainya.

Sebenarnya kegiatan ini telah lama dilakukan dan menjadi alternatif orang-orang yang tidak dapat datang secara langsung, sebut saja webinar. Saya masih ingat ketika 2010-an lalu, istilah webinar masih terdengar asing. Ketika itu saya pertama kali mengikuti webinar yang diadakan oleh Microsoft untuk mengenalkan salah satu produk baru mereka. Mungkin kalau saat ini (ditengah pandemi), webinar merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan orang-orang.

Pandemi Covid-19 telah berkontribusi besar dalam meningkatnya kegiatan online. Pada 2020 lalu, sebanyak 98% universitas memindahkan kegiatan belajar offline mereka menjadi belajar online melalui metode e-Learning. Hal ini telah mengubah konsep ruang kelas yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Salah satu pihak yang diuntungkan oleh keadaan ini adalah Zoom yang merupakan layanan aplikasi untuk belajar, rapat dan konferensi online. Zoom (NASDAQ: ZM) melaporkan pendapatan fiskal Q1 2022 mereka melonjak pesat yaitu sebesar 191% dari tahun sebelumnya.

60f34ef1
Sumber: Zoom | Statista

Menurut Statista yang dikutip dari laporan fiskal Zoom pada Januari 2022. Pendapatan mereka terus naik dan menghasilkan keuntungan sebesar 1021 miliar dolar AS.

Tentunya tidak hanya Zoom yang mendapatkan keuntungan ini, perusahaan lain seperti Amazon Web Service (AWS), mencatatkan laba sebesar 18 miliar dolar AS pada kuartal keempat tahun 2021. Mengingat banyak kegiatan yang beralih menjadi online, banyak perusahaan dan individu mencari penyedia layanan cloud yang kompeten baik dari kualitas, infrastruktur dan harga. Namun AWS tidak sendiri, divisi cloud Google yaitu Google Cloud pun mencatatkan laba 4,9 miliar dolar AS pada kuartal ketiga tahun 2021. Kedua penyedia layanan cloud ini terus bersaing dalam meningkatkan kualitas demi menarik lebih banyak pengguna.

Penutup

Itulah beberapa statistik yang dapat kami sajikan. Kami sangat berterimakasih kepada rekan kami di InternetAdvisor yang telah mengijinkan kami mengambil referensi dari artikel mereka, Anda dapat membaca artikel yang menjadi referensi kami disini.

Kami tidak hanya mengambil referensi dari artikel yang diterbitkan oleh InternetAdvisor, namun kami menambahkan sumber-sumber lain seperti Yahoo! Finance, Statista dan lain sebagainya.

nv-author-image

Anton Toni Agung

Founder MauCariApa.com & 90to1.com, tech enthusiast, suka membaca berita dan isu terbaru politik, teknologi, sosial dan budaya. Kadang-kadang mendengarkan musik dan menonton film.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.