Seperti telah kita ketahui, Donald Trump di tahun-tahun terakhir pemerintahannya memberlakukan pembatasan terhadap Huawei untuk menggunakan layanan Google Android di ponsel cerdas mereka.

Bentuk pembatasan ini salah satunya memerintahkan Google untuk tidak mengizinkan perangkat Huawei yang baru dirilis menggunakan Google Mobile Services (GMS) dan semua layanannya termasuk Google Play & Maps.

Tampaknya ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Artinya, pengguna Huawei harus beralih dari semua aplikasi yang menggunakan GMS ke layanan milik pabrikan China itu. Huawei sendiri saat ini telah membuat semacam integrasi antara kedua suite menjadi lebih efisien, Huawei merilis solusi open-source yang mereka sebut Choice SDK.

Solusi ini memungkinkan memungkinkan pengembang untuk mengonversi aplikasi Google Mobile Service (GMS) yang ada menjadi Huawei Mobile Service (HMS) yang telah tersedia di GitHub.

Dikutip dari Android Authority, SDK ini dikembangkan untuk membantu aplikasi bank Austria agar tersedia untuk ponsel cerdas Huawei. Menurut pengembang aplikasi BlueSource, mereka telah menggunakan SDK ini untuk mengembangkan aplikasi yang digunakan oleh perusahaan kereta api Austria, layanan pos, dan beberapa institusi lain sehingga aplikasi mereka dapat dipasarkan di Huawei AppGallery.

Scan Untuk Donasi
fb0a18ae

Saat ini, SDK ini hanya mendukung fitur lokasi, masuk, analitik, peta, dan perpesanan. Namun tidak menutup kemungkinan fiturnya akan dikembangkan menjadi lebih luas lagi, sehingga akan lebih banyak aplikasi yang dapat dipasarkan di toko aplikasi Huawei tersebut.

Dengan Choice SDK, Anda dapat menekan waktu dan biaya karena pengembang tidak perlu mengembangkan lagi aplikasi mereka sehingga kompatible dengan toko aplikasi Huawei. Namun tetap saja ini bukanlah pekerjaan mudah, pengguna rata-rata mungkin tidak dapat melakukannya walaupun SDK itu tersedia secara gratis dan terbuka untuk siapa saja.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *