featurepost 1619390062806

Tak kenal maka tak sayang, itulah pepatah yang tepat untuk memulai perkenalan. Pada kesempatan ini, kami akan berkenalan dengan pengembang Ungu.in

Sebelumnya kami telah mengulas website pemendek URL Ungu.in, fitur dan cara kerjanya. Anda dapat membaca ulasan lengkapnya disini.

Latar belakang & profil

Ketiga pengembang Ungu.in (M. Zaki, Rizky Oktafian, Meisha) adalah kawan dekat. Ketiganya bertemu ketika mereka masih belajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota Klaten, saat ini mereka sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas di Yogyakarta. Di kota inilah, OSORA lahir.

Sebelum terbentuknya OSORA, Zaki, salah satu anggota dan pendirinya, mencetuskan ide membentuk komunitas open source kepada Rizky dan Meisha, mereka menyambut positif ide tersebut. Dari sanalah berdiri komunitas OSORA yang terbentuk pada 1 April 2021 lalu.

OSORA merupakan singkatan dari Open Source Run Anywhere, yang dapat diartikan open source harus dapat dijalankan dimana saja, kapan saja. Tidak peduli siapa penggunanya dan perangkat apa yang digunakan. InfoWarningTip

Salah satu misi OSORA adalah memberikan layanan open source yang dapat dinikmati siapa saja tanpa kecuali. Mereka juga ingin membuat ekosistem open source yang stabil dan berkelanjutan.

Masing-masing anggota membagi tugas sesuai passion mereka. Zaki bertugas sebagai Backend Engineer, Meisha sebagai Frontend Engineer dan Rizky sebagai UI/UX Designer. Mereka sangat menguasai bidangnya masing-masing, hal ini dibuktikan melalui website Ungu.in yang dirilis belum lama ini.

Mengapa Ungu.in?

Salah satu alasan dibalik pembuatan Ungu.in adalah dari keseharian para pengembangnya. Mereka sering mengumpulkan tugas dari dosen yang biasanya menggunakan cloud storage. URL dari cloud storage ini agak sulit dihafalkan karena biasanya nama file/folder di cloud storage cukup panjang dan mengandung karakter khusus seperti % $ & +.

Mereka, seperti pengguna lain pada umumnya telah mengenal pemendek URL populer seperti Bit.ly, namun Bit.ly mengharuskan pengguna mendaftar untuk mendapatkan URL kustom. Di sisi lain, PANDI INSTITUTE membuat pemendek URL serupa dengan nama s.id, namun layanannya sering terjadi error dan pada beberapa kasus terjadi downtime.

Melihat masalah-masalah tersebut, OSORA kemudian memikirkan solusi dari pemendek URL kustom tanpa harus login dan layanan yang selalu tersedia kapan saja tanpa disuguhi halaman 404 atau 502.

OSORA menginginkan layanan pemendek ini tidak hanya fleksibel untuk pengembangan jangka panjang, namun aspek kecepatan dan antarmuka juga menjadi faktor penting. Untuk memenuhi semua itu, mereka akhirnya menggunakan Vue yang saat ini cukup populer dan banyak digunakan di kalangan pengembang. InfoWarningTip

Kunjungi website resmi Ungu.in disini.

Selain fitur dan dokumentasinya yang lengkap, Vue termasuk framework yang ringan. Sebelum beralih ke Draftbox, kami pernah menggunakan Vue pada web MauCariApa.com. Namun kemudian kami fokus menggunakan Draftbox yang dibangun diatas Gatsby.

Untuk menunjang kenyamanan dan keindahan antarmuka, Rizky menggunakan asset (gambar) dengan format svg yang memiliki ukuran kecil namun kualitas gambarnya bagus.

Kelebihan Ungu.in

Salah satu kelebihan Ungu.in yang kami suka adalah antarmuka dan kecepatan muatnya. Anda tidak akan dibuat sakit mata ketika mengunjungi website ini, paduan warna ungu dan putih yang aesthetic bakal membuat mata Anda nyaman.

Kelebihan lainnya, Anda tidak perlu menunggu lama untuk proses pemendekan URL, hanya dalam hitungan detik link yang sudah diproses dapat segera Anda gunakan.

Kekurangan Ungu.in

Sejauh ini kami tidak melihat kekurangan yang sangat berpengaruh, mungkin ada beberapa pengguna yang terbiasa dengan dasbor, akun dan menu login/daftar. Namun justru inilah yang ingin di eliminasi oleh pengembang. Mereka tidak ingin mempersulit pengguna dari segi navigasi.

Namun terlepas dari hal itu, pengguna memerlukan analitik yang dapat digunakan untuk melihat statistik seperti klik pada URL mereka.

Apakah Ungu.in tetap gratis?

Seperti misi OSORA yang telah kami sebutkan diatas, mereka berkomitmen tetap menjadikan Ungu.in sebagai layanan gratis, mungkin kedepannya akan ada crowdfunding, donasi atau semacamnya untuk menunjang kelangsungan proyek mereka.

Penutup

OSORA tidak akan berhenti sampai disini, kedepan mereka merekrut lebih banyak anggota sehingga akan lebih banyak menghasilkan proyek-proyek open source lainnya yang tentunya bermanfaat bagi semua orang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *