MauCariApa.com: Migrasi Dari WordPress Ke Draftbox

WordPress adalah sistem manajemen konten sumber terbuka dan gratis yang ditulis dalam PHP dan menggunakan database MySQL atau MariaDB. Salah satu fiturnya adalah arsitektur plugin dan sistem template yang disebut sebagai Tema.


Bagian terbaik dari WordPress adalah kemudahan pengoperasian dan fleksibel untuk membuat berbagai keperluan. Itulah alasan utama mengapa WordPress semakin populer. Menurut survei terbaru Search Engine Journal, WordPress mendukung sekitar 39.5% dari semua situs web di internet.

Apakah WordPress adalah CMS terbaik?

Jawaban atas pertanyaan tersebut bergantung kepada siapa Anda bertanya.

Pengguna pemula dengan dengan sumber daya terbatas mungkin lebih memilih CMS seperti Wix atau Squarespace karena sifatnya yang ramah pemula. Meskipun ada beberapa kekurangan fitur yang mungkin membuat sebagian pengguna mencari alternatif lain.

Seseorang yang lebih berpengalaman atau setidaknya mengenal internet pasti akan menghargai tingkat penyesuaian yang ditawarkan oleh WordPress. Sulit untuk membantah bahwa WordPress tidak memenuhi kebutuhan sebagian besar pemilik web, khususnya mereka yang menggunakan situs webnya untuk menjalankan bisnis.

Belum lagi WordPress unggul dalam berbagai bidang seperti pengalaman pengguna, kegunaan seluler, keamanan, kecepatan, dan SEO.

Dengan kata lain, WordPress adalah CMS terbaik bagi kebanyakan orang, itulah sebabnya WordPress memegang lebih dari setengah pangsa pasar dari semua CMS.

Alasan migrasi ke Jamstack

Salah satu tantangan saya menggunakan WordPress adalah antarmuka dan tata kelolanya yang kurang ramah, apalagi untuk single fighter. Dengan banyaknya konten yang harus diterbitkan, terkadang kami terkendala dengan web yang tiba-tiba macet, plugin error, tema bermasalah, terkadang muncul kode 404, 403 dan lain sebagainya; tidak jarang kode tersebut karena salah konfigurasi dan hal lain.

Kelebihan Jamstack

Salah satu fleksibiltas Jamstack adalah konfigurasinya yang cukup sederhana untuk pengguna, web dimuat dengan cepat dan in-house webp; artinya Anda tidak perlu kompresi gambar jpg/png ke webp karena Jamstack dapat mengonversi otomatis.

Kekurangan Jamstack

Salah satu kekurangan Jamstack adalah proses pengembangannya yang tidak ramah untuk pengguna pemula dan mungkin rata-rata orang; karena mereka harus berurusan dengan baris kode.

Pilihan framework

Static site

Jamstack memiliki banyak opsi framework, baik itu React, Vue.js, Next.js, Gatsby, dan Jekyll dan lainnya. Untuk jenisnya sendiri, Jamstack dapat dibuat murni web statis atau headless cms (yaitu kombinasi CMS GUI di backend dan framework Jamstack di frontend).

Headless CMS

Headless Jamstack sebenarnya mulai diminati dan cukup populer. Cosmic, Contentful, DatoCMS merupakan Headless CMS yang cukup banyak digunakan. Gatsby sendiri berinvestasi dengan menjadi sponsor untuk proyek WP-GraphQL, bahkan veteran dunia hosting, WP Engine merekrut pengembang WP-GraphQL Jason Bahl dan mendirikan departemen khusus headless CMS untuk mengembangkan headless CMS sendiri yang dinamakan Atlas dan tersedia gratis untuk pelanggan mereka.

“Kami akan berinvestasi di Headless WordPress, baik dalam mengembangkan bisnis kami yang sudah ada maupun memberikan kontribusi kepada komunitas, seperti yang telah kami lakukan selama sebelas tahun terakhir.”

Jason Cohen, WP Engine founder & CTO

Headless Jamstack dapat menggunakan React seperti yang dilakukan oleh Frontity, tim yang membuat framework React dapat membuat WordPress menjadi Headless CMS. Atau menggunakan WP-GraphQL yang dapat menjadi penghubung antara WordPress dengan Gatsby, Next.js, Vue.js dan framework lainnya.

Jamstack CMS

Seiring dengan perkembangan teknologi dan tren, Jamstack tidak lagi fokus pada kode; untuk beberapa kasus. Kini banyak CMS yang ditawarkan untuk pengguna sehingga mempermudah mereka menggunakan Jamstack.

Beberapa Jamstack CMS yang dapat Anda coba adalah Netlify CMS, Storyblok, Forestry, Stackbit dan CMS yang kami gunakan saat ini; Draftbox.

Apa itu Draftbox?

Draftbox merupakan salah satu Jamstack CMS yang menggunakan Gatsby sebagai frameworknya. Antarmuka editornya hampir mirip dengan Gutenberg, menyematkan kode sangat mudah di Draftbox, juga tersedia integrasi yang lengkap.

Bagaimana Draftbox bekerja?

Draftbox bekerja layaknya WordPress, Anda dapat menggunakan blok editor yang dimulai dengan tanda “/” seperti di WordPress. Kustomisasi huruf, warna dan menu dapat dilakukan dengan mudah. Namun Anda tidak dapat mengubah tema karena tidak ada opsi tersebut pada Draftbox, jadi Anda akan melihat web yang menggunakan Draftbox akan memiliki tampilan yang sama; seperti tema Twenty yang menjadi tema default WordPress.

Fitur paling menarik dari Draftbox yaitu domain kustom, Anda dapat menggunakan domain sendiri di Draftbox, sedangkan webnya sendiri di hosting di Netlify yang memberikan opsi gratis dan langganan berbayar.

Harga

Anda dapat memulai Draftbox dengan gratis, kemudian dapat mempertimbangkan untuk memilih langganan mulai dari $7/bulan untuk paket personal dan $75/bulan untuk paket paling tinggi, Enterprise.

Semua web yang baru dibuat secara otomatis akan menggunakan layanan berbayar selama 14 hari.

Masing-masing paket langganan memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda, selengkapnya dapat dilihat disini.

Anda tidak perlu menggunakan kartu kredit/debit untuk mulai menggunakan Draftbox, kecuali Anda berlangganan paket berbayar.

Integrasi yang tersedia?

Draftbox menyediakan berbagai integrasi yang dapat digunakan, namun tergantung harga. Sehingga beberapa opsi integrasi hanya tersedia untuk pengguna tertentu yang berlangganan paket tertentu.

Contohnya untuk paket Personal, Anda dapat mengintegrasikan Facebook Comments, Tidio, Tawk.to, Fathom, dan Simple Analytics. Tidak hanya itu, Anda dapat menggunakan integrasi otomatis Zapier, distribusi konten otomatis ke Dev.to, Medium dan Hashnode.

Apa lagi yang ditawarkan Draftbox?

Draftbox menawarkan snippet injection, ini mirip dengan mengedit header.php pada tema WordPress dan menyematkan kode Anda disana.

Pada Draftbox, Anda tidak perlu repot melakukan hal itu. Anda hanya perlu masuk ke menu Advanced Options > Snippet Injections dan sematkan kode Anda disana.

Penutup

Masih banyak fitur yang dapat Anda jelajahi di Draftbox, mulailah mendaftar dan dapatkan pengalaman menggunakan Jamstack CMS.

Anda dapat menggunakan paket Personal Pro dengan mengklik link ini.

Referensi:

Langganan Newsletter MauCariApa.com

Dapatkan artikel terbaru langsung ke email Anda. Kami mengirimkan newsletter mingguan, bukan spam!

Jamstack
Open Source
Share: