JAMstack pertama kali dicetuskan oleh pendiri Netlify 5 tahun lalu, namun cukup hangat dibicarakan akhir-akhir ini. Istilah ini digunakan menghapuskan konotasi negatif “static web” atau web statis yang biasanya ditampilkan dengan format HTML.

JAMstack pertama kali dicetuskan oleh pendiri Netlify 5 tahun lalu, namun cukup hangat dibicarakan akhir-akhir ini. Istilah ini digunakan menghapuskan konotasi negatif “static web” atau web statis yang biasanya ditampilkan dengan format HTML.

Web statis dikenal karena perubahannya yang kaku, yaitu ketika kita merubah isi konten suatu artikel, tidak langsung kelihatan perubahannya. Lain dengan web dinamis seperti PHP/WordPress yang perubahannya cepat; karena itulah disebut web dinamis.

Namun seiring perkembangan teknologi, web statis tidak menjadi kaku, setelah Netlify mempopulerkan kembali web statis dengan istilah Jamstack seperti yang telah disinggung sebelumnya.

Netlify bisa dibilang pendukung gerakan ini, dengan memberikan layanan hosting khusus untuk web statis yang mendukung berbagai framework seperti React, VueJS, Gatsby, Hugo, Jekyll dan lainnya.

Langkah ini diikuti oleh Vercel, selain dengan memperkenalkan framework Next.js, mereka juga menawarkan hosting untuk web statis.

Beberapa kelebihan JAMStack adalah sebagai berikut:

  • Mempermudah scaling, karena semua aplikasi beserta kontennya disajikan manggunakan Content Delivery Network (CDN)
  • Lebih Aman, ketidakberadaannya database, plugin ataupun script dinamis server (misal: PHP, Node) meniadakan pula potensi injeksi kode maupun eksploitasi.
  • Lebih Cepat, lagi-lagi karena halaman-halaman konten telah dibuat statis terlebih dahulu pada saat proses build dan disajikan melalui CDN.
  • Memiliki developer experience yang lebih baik, pemisahan antara proses build dan hosting serta mempermudah proses pembaruan kode membuat developer lebih fokus dalam bekerja.

Kekurangan dari Jamstack ini, dibutuhkan keahlian yang cukup baik, seperti mengerti alur kerja bahasa Javascript, format penulisan Markdown dan lainnya.

Namun kekurangan-kekurangan tersebut tidak terlalu berarti, karena sekarang telah banyak framework siap pakai seperti VuePress. Untuk penulisan, kita dapat menggunakan Stackbit, Contentful, CosmicJS dan lainnya; sedangkan untuk hosting dapat menggunakan Vercel, Netlify, AWS Lambda atau lainnya.

Referensi:

  1. New to JAMstack? Everything You Need to Know to Get Started | Snipcart.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *